Langsung ke konten utama

Mini Jepangnya The Onsen Hot Spring Resort Kota Batu

Apa yang terbayang ketika kita mendengar kata Jepang? Pasti kita akan terbayang dengan keindahan alamnya, keunikan budaya & kulinernya, kedisiplinan penduduknya, kecanggihan teknologinya, animenya, shinkansennya dan masih banyak lagi. Tapi ada yang menarik bagi saya ketika ada seorang teman yang berkunjung ke negara Jepang dan dia menceritakan tentang pengalamannya berendam air panas ala Jepang Onsen. Dimana saat berendam itu dikelilingi dengan background alam yang indah & diselingi dengan backsound alam yang khas dengan suara burung serta gemericik air. Menjadikan tubuh serta pikiran yang penat semakin rilex.

Onsen adalah istilah bahasa Jepang yang artinya sumber air panas yang keluar dari perut bumi. Bagi orang Jepang mandi onsen sudah menjadi budaya sejak abad ke 7, karena kandungan mineral dari sumber airnya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan diantaranya menurunkan tekanan darah, diabetes, merawat kulit, menghilangkan pegal, menyembuhkan luka dan lain sebagainya.

Jepang merupakan salah satu destinasi impian kebanyakan orang terutama para traveler, termasuk juga saya hehehe... Membayangkan itu semua semakin membuat saya ingin berkunjung ke Jepang suatu saat nanti, iyaaa suatu saat nanti, karena enggak mudah kalau ingin berkunjung ke Jepang. Banyak persyaratan yang harus dipenuhi & diurus, mulai dari pengurusan visa, paspor, dan harus mempunyai minimum saldo tabungan antara 10-15 juta (itu yang pernah saya dengar dari seorang teman traveler), daaann...tentunya bawa uang saku yang enggak sedikit.

Welcome to The Onsen Hot Spring Resort

Tapi sekarang enggak perlu jauh-jauh & susah-susah harus mengurus visa, paspor dll buat menikmati keindahan Jepang serta mandi onsen nya. Pada awal Desember 2017 lalu di Kota Wisata Batu Jawa Timur telah dibuka "The Onsen Hot Spring Resort" tepatnya di Jl.Arumdalu, Songgokerto, Kecamatan Batu. The Onsen hot spring resort merupakan penginapan bernuansa Jepang dengan fasilitas mandi onsen di dalamnya. Onsen nya sendiri diambil dari sumber mata air panas yang terdapat di dalam perut bumi di bawah Candi Songgoriti. Lokasi Candi Songgoriti sendiri tidak jauh dari lokasi The Onsen hot spring resort. Dikarenakan penggunaan sumber mata air panas masih terbagi-bagi dengan kawasan pemandian wisata Songgoriti, maka penggunaan pemandian ala Jepang di The Onsen hot spring resort belum maksimal. Untuk sementara pemandian onsen belum dibuka untuk umum tetapi masih khusus diperuntukkan bagi tamu yang menginap di resort tersebut dimana sumber mata air panasnya langsung dialirkan ke kolam-kolam mini onsen yang terdapat di bagian belakang resort.

Papan nama sebelum masuk resort

Resort
Bentuk resortnya sendiri sengaja ditata menyerupai bentuk rumah-rumah di perkampungan Jepang. Satu resort terdiri dari 2 kamar tidur, 1 ruang keluarga, 1 toilet & mini onsen di bagian belakang resort yang hanya cukup kurang lebih untuk 3-4 orang saja. Sayangnya sumber mata air panas hanya bisa dialirkan dari pukul 14.00-18.00 WIB dikarenakan pembagian sumber mata air panas yang sudah saya jelaskan di atas tadi dan kita hanya diperbolehkan berendam air panas maximal 15 menit tidak boleh lebih, karena bisa mengakibatkan dehidrasi & tidak sadarkan diri. Untuk mengobati sedikit kekecawaan karena penggunaan onsen yang terbatas, kita akan dimanjakan dengan pemandangan alam yang indah dari Gunung Banyak saat berendam di mini onsen belakang resort. Waahh...bisa dibayangkan kan bagaimana nikmatnya berendam air panas dengan disuguhi background alam yang indah. Tubuh akan benar-benar rileks dan mata serta fikiran akan kembali fresh.
Jejeran resort ala perkampungan Jepang
Kamar tidur kapasitas 2 orang
Salah satu sudut ruang keluarga

Tidak hanya penataan resort yang mirip dengan perkampungan Jepang.  Penataan restoran, hall, serta taman beserta danaunyapun dibuat semirip mungkin dengan nuansa Jepang.
Di tengah danau berdiri sebuah Torii gapura khas Jepang dengan warna merah cerah agak oranye dan ada sebuah jembatan dengan warna senada yang menghubungkan restoran dengan taman. Di dalam taman tertata bunga-bunga, batu-batu, pancuran air & lampu-lampu taman khas Jepang. Ini spot paling bagus kalau ingin berselfie narsis ria.
Torii gapura khas Jepang di tengah danau
Jembatan serta lampu taman

Fushimi Resto
Untuk penataan restorannya campuran antara Jepang tradisional dan modern.Tapi menurut saya lebih cenderung ke modern resto karena lebih banyak terdapat kursi-kursi  kayu & meja daripada tempat makan dengan lesehan khas Jepang. Menurut saya akan lebih bagus & terlihat kental nuansa Jepangnya jika terdapat meja saji sushi yang dapat berputar menawarkan menu-menu resto, seperti yang terdapat pada restauran kaki lima di Jepang. Tapi sayangnya di Fushimi resto ini belum ada.
Untuk masalah harga serta menu yang disajikan menurut saya standart restaurant Jepang berkisar mulai dari 25ribuan. Ada sushi, shabu-shabu, ramen, udon dll. Bagi yang kurang suka dengan masakan Jepang jangan kuatir di Fushimi resto juga tersedia masakan nusantara seperti nasi goreng, mie goreng, dan untuk minuman ada ocha, milk shake, chocolate dll.


Salah satu meja makan lesehan khas Jepang
(Untuk yang modern resto banyak kursi kayu belum terfoto)
Salah satu menu sushi yang saya & keluarga pesan

Bushido Hall
Disebelah Fushimi resto terdapat hall yang diberi nama Bushido dimana di halaman bagian bawahnya diberi semacam batu-batu kecil pantai warna putih mirip gabah buatan yang sedang dijemur, khas seperti halaman rumah di pedesaan Jepang, yang kebanyakan penduduknya bercocok tanam.

Gabah buatan yang terhampar di halaman bawah hall
Bushido hall nampak dari Fushimi resto

Yukata
Tak hanya disuguhi oleh nuansa alam yang indah khas Jepang. The Onsen hot spring resort juga menyewakan kostum tradisional Jepang, Yukata. Lho kok Yukata? Bukannya Kimono ya baju tradisionalnya Jepang? Yukata & Kimono memang sama-sama baju tradisional Jepang, hanya saja ada perbedaannya. Kalau Kimono biasa digunakan di acara-acara resmi serta lebih banyak printilannya & harus memakai lapisan baju dalam berwarna putih. Sedangkan Yukata lebih simple, tidak perlu memakai lapisan baju dalam & biasa digunakan dalam kegiatan sehari-hari yang lebih santai. Di The Onsen hot spring resort ini Yukata disewakan lengkap bersama seluruh asesorisnya. Mulai dari dandanan rambut khas perempuan Jepang, kipas, payung, hingga geta sandal kelompen khas Jepang. Gimana pasti bakalan tambah kece kan foto selfie kalian :)

Yukata, bagi yang tidak berhijab rambut akan didandani ala perempuan Jepang
(Susasananya pas banget waktu turun hujan)
Geta kelompen khas Jepang

Harga sewa resort, onsen & yukata
Terus berapa harga sewa resort serta Yukata di The Onsen hot spring resort??
Untuk sewa resort 3,5 jutaan/malam sudah inclued breakfast, mandi mini onsen & sewa kostum Yukata.

Hah!! Berarti harus sewa resort dulu baru bisa mandi onsen serta selfie narsis dengan Yukata? Tenaaang...kalian enggak harus sewa resort kok kalau ingin berselfie narsis memakai Yukata atau sekedar mandi onsen. The Onsen hot spring resort menyediakan sewa kostum yukata untuk umum. Harga sewa Yukata per 2 jam sebagai berikut Yukata dewasa cewek 150ribu, Yukata cowok 100ribu, dan Yukata anak-anak 100ribu.

Yukata untuk keluarga

Yukata untuk dewasa & anak-anak

Pemandian Onsen
Untuk pemandian ala Jepang onsen juga akan mulai dibuka untuk umum pada pertangahan bulan Pebruari 2018 ini. Tetapi masih hanya khusus untuk pria saja. Untuk perempuan akan menyusul. Harga yang ditawarkan untuk sekali mandi onsen tersebut adalah 150ribu/15 menit.

Onsen yang akan dibuka untuk umum

Waduuuhhh kok mahal amat yaa...
Masih terbilang mahal memang bagi sebagian orang, apalagi traveler seperti saya ini yang minim uang saku tapi pingin menjelajah serta menjajal tempat-tempat baru. Lhaa terus gimana dong kalau kantong lagi cekak tapi pengen narsis ala-ala Jepang?

Tenaaang...bagi kalian yang kantongnya lagi cekak, kalian masih bisa berselfie narsis ria sambil menikmati keindahan mini Jepangnya The Onsen hot spring resort kok tanpa harus sewa Yukata.
Kalian cukup bayar tiket masuk sebesar 50ribu rupiah sudah inclued minuman seharga 40ribu di Fushimi resto.
Gimana?? Enggak perlu sewa yukata & mandi onsen sudah bisa selfie narsi di area The Onsen hot spring resort dengan nuansa mini Jepangnya serta selfie narsis di resto ala Jepang sambil nyeruput segelas ocha minuman ala Jepang. Berasa berlibur di Jepang euy.... Aseeekk....


Nyruput ocha dulu
Selfie narsis dulu & jangan lupa bahagia
(Background samping nampak modern restonya)

Selamat bertraveling, selamat menggali hal-hal serta pengalaman baru & jangan lupa bahagia. Eeeaaa....

Maap yeee...kalau ada foto saya & keluarga yang numpang narsis :)
Semua foto merupakan dokumentasi pribadi.

Komentar

  1. Kereeeennn tempatnyaa, mupeng abisss. Ini bisa jadi next destinasi nih buat liburan bareng keluarga.

    BalasHapus
  2. Keren mak ika.. tulisannya udah mantap neh 😊

    BalasHapus
  3. Keyennn bgt ini tempat dan viewnya..bisa jadi tempat destinasi selanjutnya ini

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menjadi Guru Anak Generasi Maju di Rumah

Memasuki New Normal dan tahun ajaran baru ditengah pandemi Covid19, menjadi tantangan tersendiri bagi kita ya bun. Sebagai seorang bunda dan juga Mombassador SGM Eksplor  kita harus terampil menjadi semua peran, mulai jadi koki sampai dengan yang sekarang kita jalani, yaitu jadi guru bagi Anak Generasi Maju kita. Tahun ajatan baru ini tidak semua sekolah melaksanakan pembelajaran di sekolah. Hanya daerah yang berzona hijalah yang boleh melaksanakan pembelajaran offline di sekolah tentunya sesuai dengan protokol kesehatan dan pembatasan jam belajar di sekolah. Tapi bagi daerah yang masih berzona merah pembelajaran dilaksanakan secara online / daring di rumah masing-masing. Karena rumahku berada di daerah berzona merah, maka si kecil pun melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Apalagi Aclet baru memasuki kelas 1 SD dan Cakra masuk TK A. Dimana perlu adaptasi dan mengenal lingkungan guru serta teman-teman barunya. Selama melaksanakan PJJ tentunya waktu belajar tak sepad...

Ketika Si Kakak Belum Siap Punya Adek

Assalumualaikum wr.wb Kemarin emak baru menulis tentang nano-nanonya melahirkan anak pertama secara cesar. Seperti pada cerita emak yang kemarin, kata dokter minimal untuk bisa hamil lagi pasca operasi cesar adalah 2 tahun, untuk mencegah perobekan pada dinding rahim. Jika pada kehamilan pertama melahirkan cesar kemungkinan untuk melahirkan secara normal masih bisa dilakukan asal ya itu tadi jarak kehamilan minimal harus 2 tahun paaca cesar. Pasca melahirkan anak pertama, emak ingin banget melahirkan secara normal di kehamilan berikutnya. Tapi apalah daya ternyata Allah SWT berkehendak lain. Disaat Aclet baru berumur 1 tahun, Allah memberi kepercayaan kembali pada emak untuk mengandung anak ke 2, sehingga terpaksa dech emak harus menyapih Aclet yang masih berumur 1 tahun & mau gak mau emak harus kembali melakukan operasi cesar karena jarak yang terlalu dekat. Tepat tanggal 30 April 2015 ketika Aclet masuk usia 20 bulan si adek hadir ke dunia. Dan alhamdulillah Allah memberika...