Langsung ke konten utama

SGM Bunda Pilihan Tepat Saat Hamil dan Menyusui

Assalumualaikum wr.wb

Gimana kabar bunda hari ini?? Semoga bunda semua selalu dalam lindungan Allah SWT. Aamiin.

Melihat adik ipar melahirkan saya jadi ingat pengalaman hamil dan melahirkan putriku Si Aclet 5 tahun yang lalu. Selama kehamilan saya selalu rutin mengkonsumsi susu SGM Bunda 1x sehari, untuk mencukupi nutrisi si kecil dalam kandungan.

Hingga tiba waktunya saat mau melahirkan si kecil Aclet. Waktu itu usia kandungan saya sudah hampir 40 minggu sudah melewati HPL (hari perkiraan lahir). Tapi saya belum merasakan kontraksi sama sekali sedangkan air ketuban sudah mulai menipis & mulai berwarna keruh. Akhirnya mau tidak mau dokter melakukan tindakan operasi cesar, demi keselamatan si janin & juga emaknya.

Waktu itu masih dalam suasana bulan ramadhan & kurang 3 hari lagi memasuki lebaran. Tepatnya hari Senin sedari pagi sudah berada di RS Baptis Batu setelah sebelumnya menjalani puasa kurleb 6 jam untuk persiapan operasi. Semua hasil cek kesehatan emak alhamdulillah normal semua. Pertama emak ditusuk nadi lengan untuk dimasukkan cairan infus. Setelah menunggu beberapa jam di ruang KIA akhirnya tiba saatnya emak digelandang ke kamar operasi. Ada perasaan takut, was-was, sedih pokoknya perasaan ini campur aduk yang merasukiku & ayang beib. Wajar kali yaaa...karena ini pengalaman pertama emak melahirkan sudah begitu dengan cara cesar pula & ini merupakan pengalaman kedua bagi ayang beib menanti kelahiran anaknya. Iya, emak menikah dengan ayang beib yang berstatus duda dengan 1 anak perempuan.

Setelah memasuki ruang operasi, sebelum memulai operasi kami semua baik dokter juga perawat- perawat yang membantu berdoa terlebih dahulu agar operasi berjalan lancar. Setelah berdoa hal yang dilakukan pertama adalah bagian punggung/tulang belakang emak disuntik anestesi dengan tujuan untuk mematikan saraf mulai dari perut sampai kaki. Bayangkan sudah perut segede itu disuruh menunduk sambil menahan tusukan jarum suntik, rasanya itu waooww....ngos-ngosan cenut-cenut sedap, tapi cenut2nya cuma sementara kok. Setelah itu emak disuruh angkat kaki tapi rasanya beraaat banget, terus dokter menggores-gores sesuatu di perut emak ditanya "Sakit bu?", "Tidak dok", nah itu berarti obat anastesi sudah mukai bekerja. Kedua tangan emak ditelentangkan seperti salip dan ujung jari emak dijepit kayak jepit jemuran gitu. Tapi itu bukan sekedar jepit jemurab biasa, itu jepit ada kebelnya yang terhubung pada layar kecil yang demen banget mengeluarkan bunyi tit..tit..tit...duuh berisik banget dech pokoknya. Tapi dengan keberisikannya itu yang menjadi kontrol kendali jantung dari si pasien yaitu emak. Antara muka & dada emak ditutupi semacam kelambu kecil, untuk menutupi supaya emak gak lihat waktu dokter menyayat-nyayat 7 lapisan dari perut emak. Untung waktu itu dokter & pihak RS baik banget. Emak boleh ditemani salah satu anggota keluarga. Waktu itu yang menemani adalah ibu. Lho kenapa bukan ayang beib, iyess karena ayang beib takut lihat darah & peralatan operasi daripada nanti pingsan di dalam malah jadi berabeh kan. Oke akhirnya ibu yang menemani emak di dalam kamar operasi sehingga emak bisa sedikit relax.

Ketika 7 lapis kulit perut dirobek

Ketika asik ngobrol sama ibu, badan emak rasanya kayak digoyang-goyang, dan tidak begitu lama  terdengarlah suara oo..oo..ooeekkk... Alhamdulillah Allahu Akbar !!! Tepat pada tanggal 5 Agustus 2013 pukul 13.07 di RS Baptis Batu telah lahir makhluk suci, kecil & mungil yang selama 9 bulan ini telah berada dalam rahimku. Rasa sakit, capek, lelah, was-was semua terbayarkan dengan kehadiran malaikat kecil ini. "Selamat ya bu atas kelahiran putrinya, silakan dicium dan dilakukan tindakan IMD (inisiasi menyusui dini)" terdengar suara perawat sambil membawa putri kecilku.
Malaikat kecil itu kami beri nama "Sarisha Bintang Paraclet Narashangsa"

Aclet umur 6 jam
Setelah melakukan IMD putriku dibawa untuk diberi perawatan lebih lanjut, dan emak masih dalam ruang operasi menunggu tim dokter menyelasaikan jahitan perut emak. Setelah selasai dijahit, emak dipindah dalam ruang recovery kurleb 2 jam lamanya. Selama 2 jam menunggu itu badan rasanya menggigil tapi tidak bisa berbuat apa2 karena badan rasanya masih berat untuk digerakkan.

Akhirnya tiba waktunya emak dipindah ke ruang inap tapi emak belum bisa bertemu si baby Aclet karena emak masih disuruh latihan miring ke kanan dan ke kiri. Dan sobat emak tahu enggak itu rasanyaaaa MashaAllah sakiit banget benar-benar 2 kenikmatan yang diberikan Allah kepada emak nikmat kebahagiaan & nikmat kesakitan. Setelah berhasil miring kanan-kiri barulah emak bisa menyusui si baby Aclet. Ini juga salah satu kenikmatan yang Allah berikan, bisa menyusui buah hati tercinta. Benar-benar nano-nano dech rasanya melahirkan secara cesar itu.


Setelah 3 hari 2 malam berada di RS, tiba saatnya si kecil di bawa pulang. Welcome to the home my lil princes. Nikmat kesakitan tidak berhenti sampai disitu. Dalam kurleb semingguan harus menahan sakitnya puting susu yang luka ketika dihisap si baby. Rasanya waooww pake bangeettss... Kalau pengalaman sobat emak ketika menyusui waktu pertama kali gimana? Samakah dengan emak atau malah fine-fine saja??

Rasa sakit melahirkan secara cesar tidak berhenti sampai disitu, tapi masih dirasakan sang ibu sampai berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun lamanya pada bekas sayatan sepanjang kurleb 15cm. Tidak boleh terlalu capek & mengangkat beban terlalu berat, karena akan mengakibatkan nyeri pada bekas sayatan. Dan minimal harus menunggu 2 tahun lamanya jika ingin hamil kembali dan ingin melahirkan normal.

So...Sobat emak,
Apapun & bagaimanapun cara ibu melahirkan anak-anaknya, mau normal atau pun cesar beliau-beliau telah berjuang bertaruh nyawa demi melahirkan makhluk suci, mungil & lucu yang Allah ciptakan. Kita patut menghargai & menghormati sosok malaikat tak bersayap yang bernama "IBU".

Sarisha Bintang Paraclet Narashangsa
Oh iya ada sedikit tips nih dari emak bagi sobat emak yang melahirkan secara cesar, agar luka operasi cepat sembuh.
1. Minum minyak kukusan ikan gabus
Caranya : cuci bersih seekor ikan gabus, panaskan kukusan, letakkan ikan gabus pada mangkuk/wadah tahan panas, kukus ikan gabus kurleb 10-15 mnt, maka ikan gabus akan mengeluarkan minyak di dalam wadah tadi, setelah itu minum minyak ikan gabus tersebut. Minum sehari 1x saja, minum selama 3-4x inshaallah luka cepat sembuh dan gak nyeri lagi. Itu sudah terbukti pada emak waktu ngelahirin anak ke 2 secara cesar juga.
Note : memang sich baunya amiiisss banget, harus tahan ya kalau minum, ato pencet hidung biar gak terasa rasa amisnya.
2. Bagi sobat emak yang gak tahan amis & ingin praktis sekarang ada kok kapsul ekstrak ikan gabus di apotek, tinggal hap..sudah dech :)
3. Konsumsi makanan yang bergizi juga susu ibu menyusui SGM Bunda, agar produksi ASI berkualitas untuk si kecil calon Anak #GenerasiMaju

#MombassadorSGMEksplor
#SGMEksplor


Email : ikasukmaabriyanti@gmail.com
Twiter : @ishaykhavulta
IG : @ieka_tox
FB : ieka sukma ayellow

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mini Jepangnya The Onsen Hot Spring Resort Kota Batu

Apa yang terbayang ketika kita mendengar kata Jepang? Pasti kita akan terbayang dengan keindahan alamnya, keunikan budaya & kulinernya, kedisiplinan penduduknya, kecanggihan teknologinya, animenya, shinkansennya dan masih banyak lagi. Tapi ada yang menarik bagi saya ketika ada seorang teman yang berkunjung ke negara Jepang dan dia menceritakan tentang pengalamannya berendam air panas ala Jepang Onsen . Dimana saat berendam itu dikelilingi dengan background alam yang indah & diselingi dengan backsound alam yang khas dengan suara burung serta gemericik air. Menjadikan tubuh serta pikiran yang penat semakin rilex. Onsen adalah istilah bahasa Jepang yang artinya sumber air panas yang keluar dari perut bumi. Bagi orang Jepang mandi onsen sudah menjadi budaya sejak abad ke 7, karena kandungan mineral dari sumber airnya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan diantaranya menurunkan tekanan darah, diabetes, merawat kulit, menghilangkan pegal, menyembuhkan luka dan lain sebagainya. ...

Menjadi Guru Anak Generasi Maju di Rumah

Memasuki New Normal dan tahun ajaran baru ditengah pandemi Covid19, menjadi tantangan tersendiri bagi kita ya bun. Sebagai seorang bunda dan juga Mombassador SGM Eksplor  kita harus terampil menjadi semua peran, mulai jadi koki sampai dengan yang sekarang kita jalani, yaitu jadi guru bagi Anak Generasi Maju kita. Tahun ajatan baru ini tidak semua sekolah melaksanakan pembelajaran di sekolah. Hanya daerah yang berzona hijalah yang boleh melaksanakan pembelajaran offline di sekolah tentunya sesuai dengan protokol kesehatan dan pembatasan jam belajar di sekolah. Tapi bagi daerah yang masih berzona merah pembelajaran dilaksanakan secara online / daring di rumah masing-masing. Karena rumahku berada di daerah berzona merah, maka si kecil pun melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Apalagi Aclet baru memasuki kelas 1 SD dan Cakra masuk TK A. Dimana perlu adaptasi dan mengenal lingkungan guru serta teman-teman barunya. Selama melaksanakan PJJ tentunya waktu belajar tak sepad...

Ketika Si Kakak Belum Siap Punya Adek

Assalumualaikum wr.wb Kemarin emak baru menulis tentang nano-nanonya melahirkan anak pertama secara cesar. Seperti pada cerita emak yang kemarin, kata dokter minimal untuk bisa hamil lagi pasca operasi cesar adalah 2 tahun, untuk mencegah perobekan pada dinding rahim. Jika pada kehamilan pertama melahirkan cesar kemungkinan untuk melahirkan secara normal masih bisa dilakukan asal ya itu tadi jarak kehamilan minimal harus 2 tahun paaca cesar. Pasca melahirkan anak pertama, emak ingin banget melahirkan secara normal di kehamilan berikutnya. Tapi apalah daya ternyata Allah SWT berkehendak lain. Disaat Aclet baru berumur 1 tahun, Allah memberi kepercayaan kembali pada emak untuk mengandung anak ke 2, sehingga terpaksa dech emak harus menyapih Aclet yang masih berumur 1 tahun & mau gak mau emak harus kembali melakukan operasi cesar karena jarak yang terlalu dekat. Tepat tanggal 30 April 2015 ketika Aclet masuk usia 20 bulan si adek hadir ke dunia. Dan alhamdulillah Allah memberika...